Mengapa Kita Rentan Terserang Neuropati ?

Neuropati merupakan gangguan syaraf yang sering sekali menyerang. Penyebab penyakit syaraf yang satu ini ada banyak. Salah satunya adalah kekurangan asupan vitamin B. Vitamin yang berfungsi sebagai vitamin khusus syaraf. Kurangnya vitamin khusus syaraf memang menjadi salah satu penyebab utama dari penyakit ini. Sehingga solusinya adalah mencukupi kebutuhan vitamin neuro untuk memastikan fungsi jaringan syaraf tidak terganggu ketika melakukan aktivitas. Mencukupi kebutuhan vitamin syaraf memang cukup penting. Mengingat bahwa vitamin neurotopik ini mudah ditemukan. Terutama dari makanan mudah untuk diperoleh. Akan tetapi memang tidak mutlak bahwa neuropati hanya disebabkan oleh kekurangan vitamin neurotropik.

Neuropati

Ada beberapa faktor penguat yang membuat resiko neuropati semakin meningkat. Adanya faktor-faktor resiko tersebut yang membuat seseorang mudah terkena neuropati dengan mudahnya. Berikut adalah beberapa faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan terkena neuropati:

Resiko pertama yang menyebabkan seseorang terkena neuropati adalah kondisi penyakit diabetes. Penyakit diabetes yang diderita membuat neuropati mengincar. Terutama bagi penderita diabetes yang sudah cukup lama. Alasannya adalah kadar gula dalam darah yang cukup tinggi ternyata mampu merusak suplay darah yang mengalir ke seluruh jaringan syaraf. Oleh karenanya, bagi yang menderita diabetes wajib waspada dengan kondisi kadar gula agar dijaga tetap dalam keadaan stabil. Tujuanya adalah untuk meminimalisir terjadinya neuropati.

Resiko kedua adalah sindrom gulaine barre. Sindrom ini termasuk sindrom yang cukup jarang terjadi. Bisa dikatakan bahwa sindrom ini termasuk salah satu penyakit yang cukup langka. Penyakit yang masih jarang ini biasanya akan menyerang seluruh anggota tubuh. Gejala umumnya adalah mati rasa pada anggota tubuh seperti kaki, tangan dan anggota tubuh lainnya. Gejala yang muncul membuat penderita rentan dengan adanya penyakit neuropati. Tubuh menjadi lebih lemah serta mudah sekali terasa sakit menjadi salah satu sindrom yang meningkatkan resiko neuropati secara konsisten. Proses pengobatan memang dapat dilakukan. Akan tetapi resiko akan bertambah dengan semakin bertambahnya usia. Semakin tua usia, maka faktor resiko penyakit ini dan kondisinya semakin parah semakin meningkat.

Resiko ketiga yang meningkatkan neuropati adalah pada seseorang yang mengalami penyakit autoimun atau gangguan pada sistem imunitas tubuh. Alasannya adalah orang-orang dengan gangguan sistem imunitas tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Termasuk infeksi pada sistem syaraf. Rentanya syaraf terhadap infeksi karena tubuh tidak dapat melindungi diri dari adanya bakteri yang menyerang. Oleh karenanya syaraf menjadi mudah terkena infeksi. Akibatnya resiko neuropati semakin tinggi. Penyakit seperti HIV merupakan penyakit yang membuat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, faktor resikonya juga menjadi sangat tinggi untuk terkena neuropati.

Faktor resiko yang keempat adalah orang-orang yang memiliki gaya hidup kurang teratur. Seperti orang-orang yang jarang bergerak. Lebih banyak duduk. Orang-orang yang terlalu banyak duduk dan hanya melakukan satu aktivitas saja seharian tentu saja membuat resiko untuk terkena neuropati semakin tinggi. Hanya melakukan aktivitas itu-itu saja dalam waktu lama tentu saja menjadi salah satu faktor resiko atau penyebab umum dari neuropati. Sehingga akan lebih baik jika mulai sekarang melakukan perubahan pola hidup dengan lebih banyak bergerak. Sebab dengan lebih banyak bergerak syaraf juga akan terus ikut bergerak dan juga terlatih untuk menghindari terjadinya neuropati. Seperti misalnya perbanyak berolahraga untuk meningkatkan metabolisme dan pergerakan syaraf tubuh.

Banyaknya faktor resiko pada syaraf tubuh memang menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi neuropati. Neuropati yang merupakan gangguan sistem syaraf terutama pada syaraf sistem gerak tubuh tentu saja sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.  Selain faktor usia dan juga jenis kelamin, faktor penyakit tertentu serta pola hidup yang kurang baik juga menjadi salah satu penngkat resiko neuropati pada manusia. Oleh sebab itu apabila ingin mengurangi resiko terkena neuropati memang sangat disarankan untuk menghindari penyakit yang menjadi peningkat resiko penyakit neuropati. Penyakit-penyakit serius tersebut harus ditangani dan diobati dengan baik jika ingin terhindar dari gangguan sistem syaraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh.